Minggu, 26 Oktober 2014
Minggu, 19 Oktober 2014
Minggu, 12 Oktober 2014
ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN (JAVA)
Tugas Rangkuman I Java
Untuk
membuat program Java, Anda membutuhkan beberapa software. Software yang
kita gunakan adalah JDK (Java Development Kit) dan Netbeans. Berikut
cara penginstalannya :
- Pertama instal JDK (Java Development Kit)
- Selanjutnya instal Netbeans nya
Untuk menggunakan JDK tersebut anda perlu melakukan beberapa penyesuaian dengan sistem operasi anda. Umumnya yang perlu anda lakukan adalah memasukan path ke direktori JDK anda ke setting path pada sistem operasi anda. Misalkan direktori JDK anda adalah C:\jdkl.4 maka pada windows 98 anda cukup menambahkan baris perintah SET PATH= C:\jdkl.4 \bin pada file autoexec.bat anda. Untuk windows NT/2000/XP anda cukup menambahkan direktori C:\jdkl.4\bin pada variabel path di system Environment.
Caranya :
- Klik kanan ikon My Computer
- Pilih Properties
- Kemudian pilih Tab Advance
- Lalu klik tombol Environment Variables
- Cari variabel path, kemudian tambahkan path direktori JDK anda ke dalam variabel tersebut.
Untuk
Linux, tambahkan baris perintah SET CLASSPATH= (direktori JDK anda) ke
file profile anda. Untuk kemudahan dan berbagai fasilitas tambahan anda
dapat menggunakan Integrated Development Environment (IDE) untuk bahasa
Java seperti Visual Cafe dari Symantec atau Jbuilder dari Borland.
Berikut adalah urutan langkah-langkah yang harus anda lakukan untuk membuat sebuah program Java sederhana adalah :
- Membuat Source code program dengan editor teks apapun. Ingat : file tersebut harus berekstensi .Java dan case sensitive.
- Mengkompile source code dengan perintah javac. Misalnya :javac Helloworld.java. Jika berhasil, hasilnya adalah file bytecode berakhiran .class.
- Mengeksekusi bytecode dengan perintah java. Parameter dari perintah ini adalah nama file hasil kompilasi tanpa ekstensi .class. Contoh : java HelloWorld.
SOURCE CODE
Berikut kode untuk HelloWorld.java :
public class Main
{
{
//HelloWorld
public static void main (String[] args)
{
System.out.println("Apa Kabar Dunia");
}
{
Perlu diingat bahwa bahasa Java bersifat case sensitive, sehingga anda harus memperhatikan penggunaan huruf besar dan kecil. Selain itu penulisan source code program tidak harus memperhatikan bentuk tertentu, sehingga anda bisa saja menuliskan semua baris source code tersebut dalam satu baris asal anda tidak lupamembubuhkan tanda titik koma (;) atau menuliskan tiap kata dalam satu baris tersendiri. Namun dianjurkan anda mengikuti layout seperti pada contoh agar program anda mudah dibaca dan dimengerti.
{
Perlu diingat bahwa bahasa Java bersifat case sensitive, sehingga anda harus memperhatikan penggunaan huruf besar dan kecil. Selain itu penulisan source code program tidak harus memperhatikan bentuk tertentu, sehingga anda bisa saja menuliskan semua baris source code tersebut dalam satu baris asal anda tidak lupamembubuhkan tanda titik koma (;) atau menuliskan tiap kata dalam satu baris tersendiri. Namun dianjurkan anda mengikuti layout seperti pada contoh agar program anda mudah dibaca dan dimengerti.
KOMPILASI
prompt> java HelloWorld.java
SINTAKS PROGRAM
Mari kita bahas elemen-elemen dalam source code tersebut.
Pada
listing terdapat pernyataan public class. Pernyataan ini adalah
pernytaan pembuka sebuah kelas. Kelas sendiri digunakan untuk
menciptakan objek. Kata Public di depannya berfungsi agar kelas tersebut
dapat diakses oleh semua program lain.
Untuk memanggil sebuah metode diperlukan tiga komponen yaitu :
- Objek yang ingin kita pakai. Dalam hal ini objek System.out
- Nama metode yang ingin kita pakai. Dalam hal ini println
- Sepasang tanda kurung yang berisi informasi tambahan yang diperlukan oleh metode yang dipanggil , yaitu parameter.
EKSEKUSI
Untuk
mengeksekusi program kita tinggal mengetikan perintah java HelloWorld
pada prompt dan pesan Apa Kabar Dunia ? akan tampil dilayar (atau
mungkin ditempat lain, tergantung sistem operasi anda).
prompt> java HelloWorld
TIPE DATA PRIMITIVE DAN STRING
Pada
Java, terdapat tipe data sederhana dan tipe data array. Tipe data
sederhana terdiri dari : tipe boolean, dan tipe numerik yang terdiri
dari byte, short, int, long, char, float, dan double. Boolean adalah
tipe data untuk besaran logika, hanya memiliki dua kemungkinan nilai,
true atau false. Tipe data numerik dapat dirangkum pada tabel berikut.
Selain
adanya variabel-variabel diatas, Java API juga menyediakan kelas-kelas
untuk tipe-tipe variabel tersebut, Byte, Short, Integer, Long,
character, Float, dan Double. Java menyediakan String untuk menampung
data yang lebih dari satu karakter. Sebetulnya String bukan tipe data,
melainkan objek yang berisi kumpulan karakter (char). Penggunaan String
tidak, beda dengan penggunaan tipe data lainnya.
Array
adalah kumpulan varibel dengan tipe sejenis dengan nama yang
sama.Berikut adalah contoh pendeklarasian dari variabel dengan tipe “
array of int “ :
int Vektor [];
index array dimulai dari 0 (nol). Contoh berikut untuk mengalokasikan 5 buah integer ke dalam array:
Vektor = new int [5];
Selanjutnya untuk mengisi elemen-lemen array adalah sebagai berikut :
Vektor [0] = 4;
Vektor [1] = 6;
Vektor [2] = 7;
Vektor [3] = 9;
Vektor [4] = 2;
Anda juga dapat menginisialisai array yang sama dengan contoh di atas dengan cara yang lebih singkat sebagai berikut :
int vektor[5] = {4, 6, 7, 9, 2};
OPERATOR DALAM JAVA
Java memiliki 44 operator, yang terbagi dalam 4 jenis dasar, yaitu operator aritmetik, bitwise, relasi, dan logika.
1. Operator Aritmetik
Digunakana
untuk proses matematis (aljabar), operan harus berupa numerik. Operator
ini tidak dapat digunakan untuk tipe boolean, tetapi dapat digunakan
untuk tipe char, karena char adalah anggota himpunan int.
2. Opertaor Bitwise
Tipe
numerik integer, long, int, short, char, dan byte memiliki kumpulan
operator tambahan yang dapat memodifikasi dan memeriksa bit-bit yang
menyusun nilainya.
Untuk membandingkan dua buah nilai, Java memiliki kumpulan operator relasi berikut untuk menyatakan kesamaan dan urutan.
4. Operator Logika
Operator
logika boolean padat tabel dibawah ini bekerja hanya pada operan
boolean. Semua operator ini mengkombinasikan dua besaran boolean untuk
menghasilkan besaran boolean.
sumber : http://mahasewa.blogspot.com/2011/03/tugas-rangkuman-i-java.html
Minggu, 06 Juli 2014
Anjuran Kerukunan Beragama
Agama
Agama yang
kita ketahui ialah suatu prinsip kepercayaan kepada tuhan yang harus dimiliki
setiap manusia, karena dengan beragama kita bisa mengenal dirinya dan tuhannya,
dan juga dengan kita beragama kita bisa mengetahui hak dan kewajiban kita
sebagai makhluk yang diciptakan tuhan itu untuk apa dan harus berbuat apa.
Yang kita
ketahui di indonesia banyak mayarakatnya yang memiliki kepercayaan yang
beragam, teteapi agama yang diakui oleh negara indonesia hanya 5 yaitu :
1. Agama Islam
2. Agama Hindu
3. Agama Budha
4. Agama Kristen
Protestan dan Katolik
5. Agama Kong Hu
Cu
Penjelasan singkat tentang kapan Masuknya Agama-agama yang
ada di indonesia :
Islam : Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim
terbanyak di dunia, dengan 88% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran
Islam. Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di
Jawa dan Sumatera. Masuknya agama islam ke Indonesia melalui perdagangan.
Hindu : Kebudayaan dan agama Hindu tiba di Indonesia pada
abad pertama Masehi, bersamaan waktunya dengan kedatangan agama Buddha, yang
kemudian menghasilkan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Mataram dan
Majapahit.
Budha : Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia,
tiba pada sekitar abad keenam masehi. Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan
erat dengan sejarah Hindu.
Kristen Katolik : Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk
ke Indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Dan pada abad
ke-14 dan ke-15 telah ada umat Katolik di Sumatera Selatan. Kristen Katolik
tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis, yang kemudian diikuti bangsa
Spanyol yang berdagang rempah-rempah.
Kristen Protestan : Kristen Protestan berkembang di
Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16.
Kebijakan VOC yang mengutuk paham Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan
jumlah penganut paham Protestan di Indonesia. Agama ini berkembang dengan
sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari
Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih
sedikit di kepulauan Sunda.
Konghucu : Agama Konghucu berasal dari Cina daratan dan yang
dibawa oleh para pedagang Tionghoa dan imigran. Diperkirakan pada abad ketiga
Masehi, orang Tionghoa tiba di kepulauan Nusantara. Berbeda dengan agama yang
lain, Konghucu lebih menitik beratkan pada kepercayaan dan praktik yang
individual.
Masyarakat
Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan
(Soerjono Soekanto, 1983). Sedangkan agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan
nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban
yang berkaitan dengan kepercayaan tersebut. golongan masyarakat dapat diartikan
sebagai penggolongan anggota-anggota masyarakat ke dalam suatu kelompok yang
mempunyai karakteristik yang sama atau sejenis. Dalam kamus sosiologi
dinyatakan sebagai kategori orang-orang tertentu, dalam suatu masyarakat yang
didasarkan pada cirri-ciri mental tertentu Berdasarkan definisi di atas,
penggolongan masyarakat dapat dibuat berdasarkan ciri yang sama. Contohnya
yaitu :
• penggolongan
berdasarkan jenis kelamin adalah pria dan wanita;
• penggolongan
berdasarkan usia adalah tua dan muda;
• penggolongan
berdasarkan pendidikan adalah cendekia dan buta huruf;
• penggolongan
berdasarkan pekerjaan adalah petani, nelayan, golongan buruh, pengrajin,
pegawai negeri, eksekutif, dan lain-lain.
Menurut
Hendropuspito, meskipun tidak dapat dibuat berdasarkan kedudukan social yang
sama, seperti pada lapisan social, penggolongan ini pada dasarnya untuk
kepentingan pengamat social alam penelitian-penelitian terhadap masyarakat.
Masalah yang timbul dimasyarakat karena faktor agama yaitu
seperti berikut :
Tahun 1996, 5 gereja dibakar oleh 10,000 massa di Situbondo
karena adanya konflik yang disebabkan oleh kesalahpahaman.
Adanya bentrok di kampus Sekolah Tinggi Theologi Injil
Arastamar (SETIA) dengan masyarakat setempat hanya karena kesalahpahaman akibat
kecurigaan masyarakat setempat terhadap salah seorang mahasiswa SETIA yang
dituduh mencuri, dan ketika telah diusut Polisi tidak ditemukan bukti apapun.
Ditambah lagi adanya preman provokator yang melempari masjid dan masuk ke
asrama putri kampus tersebut. Dan bisa ditebak, akhirnya meluas ke arah agama,
ujung-ujungnya pemaksaan penutupan kampus tersebut oleh masyarakat sekitar
secara anarkis.
Perbedaan pendapat antar kelompok – kelompok Islam seperti
FPI (Front Pembela Islam) dan Muhammadiyah.
Perbedaan penetapan tanggal hari Idul Fitri, karena
perbedaan cara pandang masing – masing umat.
Sikap yang
harus kita miliki jika ingin masyarakat bisa hidup berdampingan walaupun
berbeda keyakinan, karena kerukunan hidup beragama adalah keharmonisan hubungan
dalam dinamika pergaulan dan kehidupan bermasyarakat yang saling menguatkan dan
diikat oleh sikap pengendali diri dalam wujud-wujud sebagai berikut :
Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai
dengan agamanya;
Saling hormat menghormati dan bekerja sama intem pemeluk
agama, antara berbagai golongan agama dan antara umatumat beragama dengan
pemerintah yang sama-sama beitanggung jawab membangun bangsa dan negara;
Saling tenggang rasa dengan tidak memaksakan agama kepada
orang lain.
sumber
(http://prasetyoarii.blogspot.com/2014/02/tugas-ilmu-budaya-dasar-tulisan-bebas.html)
PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA
Selo soemardjan: Perubahan-perubahan yang terjadi pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan termasuk nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola
perilaku antar kelompok dalam masyarakat.
Gillin: Cara-cara hidup yang telah diterima baik karena
kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideology maupun
adanya penemuan baru dalam masyrakat itu.
Kingsley Davis: Perubahan yang terjadi dalam struktur dan
fungsi masyarakat
Mac Iver: perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial atau
perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial
William Oqburn: perubahan yang mencakup unsur-unsur
kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh
besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
Secara umum: perubahan dalam masyarakat yang memengaruhi
sistem sosial, nilai, sikap, dan pola perilaku.
Unsur-unsur perubahan
social
Interaksi sosial
Hubungan timbal balik antara individu-individu,
kelompok-kelompok, individu-kelompok dalam kehidupan masyarakat.
Lembaga-lembaga sosial
Lembaga yang memuat aturan-aturan pada kebutuhan pokok
manusia dari segala tingkatannya.
Kelompok sosial
Pengelempokan manusia berdasarkan kepentingan tertentu
Pelapisan (sartifikasi) sosial
Pengelompokan penduduk/masyarakat berdasarkan tingkat
sosialnya.
Bentuk-bentuk perubahan
sosial menurut Soejono Sukanto:
Evolusioner : perubahan sosial dalam proses yang lambat
tanpa disertai rencana. Contoh: evoulusi zaman modern.
Revolusioner : perubahan sosial dalam proses yang cepat
dapat dilakukan dengan perencanaan maupun tidak dengan perencanaan. Contoh:
Perkembangan industri
Perubahan yang dikehendaki à perubahan yang sudah
direncanakan oleh pihak-pihak yang ingin melakukan perubahan. Contoh: KB
(keluarga berencana)
Perubahan yang dipaksa/tidak dikehendaki àperubahan yang
tidak dikehendaki masyarakat. Contoh: pembangunan gedung-gedung yang
menyebabkan wilayah pemukiman menjadi sempit.
Pengertian perubahan kebudayaan
Perubahan kebudayaan : perubahan dalama sistem ide yang
dimiliki bersama pada berbagai bidang kehidupan dlaam masyarakat bersangkutan
Unsur-unsur perubahan kebudayaan
Sistem peralatan hidup
Peralatan dan perlengkapan hidup manusia perumahan, pakaian,
alat-alat rumah tangga, senjata, alat- alat produksi, dan transportasi.
Bahasa
sarana komunikasi utama manusia uuntuk mengenal sesamanya.
Bahasa meliputi bahasa lisan, dan bahasa tulis.
Sistem pengetahuan
Pengetahuan yang dimiliki masyarakat sangat terkait dengan
pengalaman hidup yang dilalui masyarakat tersebut. Contohnya seperti dengan
perkembangan teknologi yang sering mengalami perubahan.
Sistem kemasyarakatan
sistem kemasyarakatan sering berubah juga meliputi sistem
perkawinan dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi mata pencaharian
meliputi pertanian, pertenakan, perikanan dll. Sistem mata
pencaharian masyarakat juga selalu berubah.
Sistem realigi
yang dianut masyarakat telah mengalami perubahan, dulu
mereka menganut animism dan dinamisme sekarang orang telah menganut agama dan
memercayai adanya Tuhan
Kesenian
meliputi seni tari, seni suara, seni luki. Seni pahat, seni
music dll. Bentuk seni ini mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Bentuk-bentuk perubahan
kebudayaan
Invasi: Masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam
kebudayaan setempat dengan cara peperangan/penaklukan bangsa asing terhadap
bangsa lain. Contoh: Peperangan antara Israel dan Palestina.
Difusi à Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari suatu tempat
ke tempat lain, dari orang ke orang lain, dan dari masyarakat ke masyarakat
lain. Contoh: masuknya budaya barat ke Indonesia yaitu pakaian yang fashion
Akulturasi à masuknya budaya asing tetapi tidak
menghilangkan budaya asli. Contoh: Bangunan rumah di daerah Kota, Jakarta Utara
dan Juga Museum Fatahillah Jakarta merupakan wujud akulturasi dari kebudayaan
yang dibawa oleh bangsa-bangsa Eropa ketika menjajah Indonesia.
Asimilasi à masuknya budaya asing dan mengakibatkan budaya
asli menjadi hilang. Contoh: Orang tionghoa tinggal di Sumatra Utara dan mereak
mempelajari bahasa dan budaya setempat.
Sinkretisme à Unsur-unsur lama bercampur dengan yang baru
dan membentuk sebuah sistem baru. Contoh: Penggabungan antara Dua Agama/Aliran
atau Lebih.
Milenarisme àsalah satu bentuk kebangkitan yang berusaha
mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama menderita
dalam kedudukan sosial yang rendah.
Faktor-faktor penyebab sosial
dan budaya dalam masyarakat
Intern
Bertambah/berkurangnya penduduk
Bertambah/berkurangnya penduduk menyebabkan terjadinya
perubahan sosial baik didaerah yang ditinggalkan. Bertambahnya penduduk
mengakibatkan perubahan struktur masyarakat pada lembaga-lembaga kemasyarakatan
Penemuan-penemuan baru
Inovasi merupakan suatu proses sosial dan kebudayaan besar
yang terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama
Konflik (pertentangan) dalam masyarakat
Konflik berasal dari kata kerja latin configere yang berarti
saling memukul. Secara sosiologis, konflik artinya suatu proses sosial antara
dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain
dengan menghancurkan atau membuat tidak berdaya
Terjadi pemberontakan dalam masyarakat
Pemberontakan atau revolusi pada suatu negara akan membawa
perubahan sosial dan budaya masyarakatnya. Karena revolusi akan berpengaruh
besar pada perubahan struktur masyarakat dan lembaga masyarakat mulai dari yang
terkecil yaitu keluarga hingga sampai lembaga lembaga Negara.
Extern
Perubahan lingkungan alam
Lingkungan alam tidak selamanya tetap, tetapi mudah berubah.
Terjadinya berbagai bencana alam, menyebabkan tempat tinggal masyarakat
terganggu. Misalnya peristiwa tsunami di aceh.
Peperangan
Peperangan dengan negara lain dapat menyebabkan terjadinya
perubahan perubahan yang sangat besar baik pada lembaga kemasyarakatan maupun
struktur masyarakat. Negara yang menang biasanya memaksa negara yang kalah
untuk tunduk dan takluk menerima apa yang diinginkan oleh para pemenang,
termasuk juga menerima kebudayaannya
Pengaruh perubahan lain
Adanya pengaruh dari masyarakat lain dapat menyebabkan
terjadinya perubahan sosial dan budayanya hubungan yang dilakukan secara fisik
antara dua masyarakat. Misalnya orang indonesia pada akhir akhir ini banyak
yang menggunakan pakaian ala orang barat.
Faktor-faktor perubahan sosial
budaya
Faktor pendorong
Kontak dengan kebudayaan lain
Kontak dengan kebudayaan lain akan mendorong terjadinya
perubahan, karena unsur-unsur kebudayaan tersebut akan saling menyebar dari
masyarakat satu ke masyarakat lainnya
Sistem pendidikan formal yang maju
Pendidikan mengajarkan manusia untuk berfikir secara
objektif, yang akan dapat memberikan kemampuan baginya untuk menilai apakah
kebudayaan masyarakatnya akan dapat memenuhi kebutuhan xaman atau tidak
Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk
maju
Masyarakat akan memberikan pendorong bagi usaha usaha untuk
mengadakan penemuan penemuan baru apabila memiliki sikap menghargai hasil karya
orang lain dan memiliki kemauan untuk maju
Toleransi terhadap perbuatan – perbuatan yang
menyimpang(devition) yang bukan merupakan delik
Artinya apabila masyarakat menerima suatu bentuk tindakan
yang berbeda dari kebiasaan masyarakat yang perbuatan tersebut bukan berupa
kejahatan
Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat (open
stratification)
Sistem yang terbuka memungkinkan adanya gerak sosial
vertikal yang luas yang berarti memberi kesempatan bagi orang-perorangan untuk
maju atas dasar kemampuan-kemampuannya.
Penduduk yang heterogen
Masyarakat masyarakat yan terdiri dari kelompok kelompok
sosial yang mempunyai latar belakang, kebudayaan yang berbeda, ras yang
berbeda, ideologi yang berbeda dst, mempermudah terjadinya pertentangan
pertentangan yang menyebabkan kegoncangan-kegoncangan
Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan
tertentu
Keadaan ini apabila telah terjadi dalam waktu lama, serta
masyakarat mengalami tekanan-tekanan dan kekecewaan, dapat menyebabkan
timbulnya suatu revolusi dalam masyarakat tersebut
Faktor Penghambat
Kurangnya hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain
Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
Sikap masyarakat yang sangat tradisional
Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam sangat
kuat (vested interests)
Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi
kebudayaan
Prasangka terhadap hal-hal yang baru atau asing atau sikap
yang tertutup
Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis
Adat atau kebiasaan
Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tak
mungkin/sulit diperbaiki
Sumber
http://owlcastle.wordpress.com/2013/10/31/perubahan-sosial-dan-perubahan-budaya/
KONFLIK ANTAR SUKU
Perang Suku di Lampung – Sebuah Dendam Lama – Provinsi
Lampung yang berada di ujung timur pulau sumatera ini memang memiliki keunikan
tersendiri jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di sumatera. Di provinsi
yang berpenduduk 7.608.405 jiwa (sensus 2010) ini ditempati oleh berbagai suku,
selain suku asli lampung sendiri di provinsi tersebut juga banyak penduduk /
suku yang berasal dari Semendo (sumsel), Bali, Lombok, Jawa, Minang/Padang,
Batak, Sunda, Madura, Bugis, Banten, Palembang, Aceh, Makassar, warga
keturunan, dan Warga asing (China, Arab).
Salah satu keunikan lainnya dari provinsi lampung ialah
banyak nama daerah / kecamatan nya yang dinamai seperti nama daerah di pulau
jawa, seperti bantul, wates, wonosari, sidoarjo dsb. Hal tersebut bisa terjadi
karena memang sejak zaman dahulu ( belanda ) provinsi lampung adalah salah satu
tempat tujuan transmigrasi besar – besaran dari tanah jawa. Bahkan banyak
masyarakat Lampung suku Jawa yang belum pernah menginjakkan kakinya di Pulau
Jawa.
Jika Anda berkunjung ke Lampung, jangan heran menyaksikan
jumlah suku asli lampung lebih sedikit dibandingkan suku-suku pendatang lainya.
Bahasa yang digunakan sehari – hari pun adalah bahasa Indonesia, berbeda dengan
provinsi yang bertetangga dengan lampung seperti bengkulu dan sumatera selatan
yang masih menggunakan bahasa daerah masing – masing sebagai alat komunikasi.
Bahkan di beberapa kota / daerah di lampung bahasa jawa digunakan sebagai
bahasa komunikasi.
Tentunya dengan berbaurnya berbagai macam suku tersebut maka
tingkat kecenderungan untuk terjadinya konflik pun semakin tinggi. Sebenarnya
konflik – konflik antar suku sudah sering terjadi di provinsi lampung baik itu
antara suku asli lampung dengan bali seperti yang terjadi saat ini, maupun jawa
dengan bali atau lampung dengan jawa. Kenapa hanya ketiga suku tersebut yang
sering terlibat konflik ? ya memang karena ketiga suku tersebutlah populasinya yang
paling banyak.
Di beberapa daerah di lampung kita bisa menemukan sebuah
desa yang seluruh penduduknya berisi orang bali. Di tempat tersebut juga
biasanya terdapat sebuah pura besar tempat mereka melakukan kegiatan agama,
sama persis seperti keadaan di bali.
Pada sisi lain masyarakat asli Lampung yang memiliki
falsafah hidup fiil pesenggiri dengan salah satu unsurnya adalah ”Nemui-nyimah”
yang berarti ramah dan terbuka kepada orang lain, maka tidak beralasan untuk
berkeberatan menerima penduduk pendatang. Tetapi dengan seiring waktu falsafah
hidup tersebut mulai luntur dikarenakan berbagai macam hal.
Suku asli Lampung pada dasarnya bersikap sangat baik
terhadap para pendatang, mereka menyambut baik kedatangan para pendatang
tersebut tetapi memang terkadang para pendatang lah yang sering menyulut amarah
penduduk asli lampung. Sebagai tuan rumah, suku asli lampung tentunya tidak
akan tinggal diam jika mereka merasa dihina oleh suku lain apalagi hal tersebut
berkaitan dengan masalah “harga diri”.
Konflik antar suku dilampung memang bukan merupakan sebuah
hal baru, konflik tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya dan pemicunya
hanyalah berawal dari masalah sepele. Bahkan di tempat yang sama dengan saat
ini terjadi perang suku saat ini yaitu di Sidorejo kecamatan Sidomulyo juga
pernah terjadi pada bulan januari 2012 kemarin, pemicunya adalah perebutan
lahan parkir. Berikut ini beberapa perang antar suku yang pernah terjadi di
Lampung :
Pembakaran pasa Probolinggo Lampung Timur oleh suku bali.
29 Desember 2010 : Perang suku Jawa / Bali vs Lampung
berawal dari pencurian ayam.
September 2011 : Jawa vs Lampung
Januari 2012 : Sidomulyo Lampung Selatan Bali vs Lampung
Oktober 2012 : Sidomulyo Lampung Selatan.
Konflik diatas adalah beberapa konflik yang terhitung besar,
selain konflik besar yang pernah terjadi diatas di lampung juga sering terjadi
konflik – konflik kecil antar suku namun biasanya hal tersebut masih bisa
diredam sehingga tidak membesar.
Dari konflik – konflik kecil tersebut timbullah dendam
diantara para suku – suku tersebut sehingga jika terjadi insiden kecil bisa
langsung berubah menjadi sebuah konflik besar. Pengelompokan suku di daerah
lampung memang sudah terjadi sejak lama, bahkan hal tersebut sudah terjadi
sejak mereka remaja. Di beberapa sekolah didaerah lampung anak – anak suku bali
tidak mau bermain / bersosialisasi dengan anak – anak suku lainnya begitu juga
dengan anak – anak dari suku jawa maupun lampung. Mereka biasanya berkelompok
berdasarkan suku mereka sehingga jika diantara kelompok tersebut terjadi
perselisihan tentunya akan melibatkan suku mereka.
Terkait degan bentrokan di Lampung Selatan, Minggu
(28/10/2012), Divisi Humas Mabes Polri hari ini, Senin (29/10/2012) merilis
kronologis resmi versi Polisi terkait bentrokian tersebut melalui laman online
humas mabes polri di www.polri.go.id.
Berikut kronologis lengkap bentrok yang merenggut 3 nyawa
tersebut :
Pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2012 pukul 09.30 WIB di
desa Sidorejo kecamatan Sidomulyo kabupaten Lampung Selatan, telah terjadi
bentrokan antara warga suku Lampung dan warga suku Bali.
Kronologis kejadian : Pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober
2012 pukul 17.30 WIB telah terjadi kecelakaan lalu-lintas di jalan Lintas Way
Arong Desa Sidorejo (Patok) Lampung Selatan antara sepeda ontel yang dikendarai
oleh suku Bali di tabrak oleh sepeda motor yang dikendarai An. Nurdiana Dewi,
17 tahun, (warga Desa Agom Kec. Kalianda Kab. Lampung Selatan berboncengan
dengan Eni, 16 Th, (warga desa Negri Pandan Kec. Kalianda Kab. Lampung
Selatan).
Dalam peristiwa tersebut warga suku Bali memberikan
pertolongan terhadap Nurdiana Dewi dan Eni, namun warga suku Lampung lainnya
memprovokasi bahwa warga suku Bali telah memegang dada Nurdiana Dewi dan Eni
sehingga pada pukul 22.00 WIB warga suku Lampung berkumpul sebanyak + 500 orang
di pasar patok melakukan penyerangan ke pemukiman warga suku Bali di desa Bali
Nuraga Kec. Way Pani. Akibat penyerangan tersebut 1 (satu) kios obat-obatan
pertanian dan kelontongan terbakar milik Sdr Made Sunarya, 40 tahun, Swasta.
Pada hari Minggu tanggal 28 Oktober 2012 pukul 01.00 WIB,
masa dari warga suku Lampung berjumlah + 200 orang melakukan pengrusakan dan
pembakaran rumah milik Sdr Wayan Diase. Pada pukul 09.30 WIB terjadi bentrok
masa suku Lampung dan masa suku Bali di Desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo
Kabupaten Lampung Selatan.
Akibat kejadian tersebut 3 (tiga) orang meninggal dunia
masing-masing bernama: Yahya Bin Abdul Lalung, 40 tahun, Tani, (warga Lampung)
dengan luka robek pada bagian kepala terkena senjata tajam, Marhadan Bin Syamsi
Nur, 30 tahun, Tani, (warga Lampung) dengan luka sobek pada leher dan paha kiri
kanan dan Alwi Bin Solihin, 35 tahun, Tani, (warga Lampung), sedangkan 5 (lima)
orang warga yang mengalami luka-luka terkena senjata tajam dan senapan angin
masing-masing : An. Ramli Bin Yahya, 51 tahun, Tani, (warga Lampung) luka bacok
pada punggung, tusuk perut bagian bawah pusar, Syamsudin, 22 tahun, Tani,
(warga Lampung) Luka Tembak Senapan Angin pada bagian Kaki. Ipul, 33 tahun,
Swasta, (warga Lampung) Luka Tembak Senapan Angin pada bagian paha sebelah
kanan dan Mukmin Sidik, 25 tahun, Swasta, (warga Lampung) luka Tembak Senapan
Angin di bagian betis sebelah kiri.
Kasus ditangani Polres Lampung Selatan Polda Lampung.
Mungkin dengan kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi para
penduduk lampung untuk melakukan instropeksi diri masing – masing. Banyak warga
asli lampung mengatakan para pendatang didaerah mereka tidak tahu diri, tidak
sopan atau menghargai mereka sebagai penduduk asli. Begitu juga dengan warga
pendatang jangan karena merasa mereka memiliki kelompok yang banyak dan
memiliki solidaritas yang besar terus bersikap semena – mena terhadap suku
lainnya karena walau bagaimanapun mereka adalah pendatang / tamu dan layaknya
seorang tamu tentu harus menghormati tuan rumah.
Segala macam upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk
meredam konflik di Lampung, sering diadakannya pertemuan antar ketua adat di
lampung ternyata belum mampu meredam konflik – konflik yang sering terjadi, hal
tersebut terjadi karena diantara mereka sebenarnya saling menyimpan dendam.
Sumber
http://regional.kompasiana.com/2012/10/30/perang-suku-di-lampung-sebuah-dendam-lama-505234.html
RESUME ILMU BUDAYA DASAR
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di
Langganan:
Postingan (Atom)
















